"siapa yang belum mandi ayo ngacung!!" seru seorang kakek berusia 60 tahun dengan ceria di tiap pagi ketika melihat cucunya yang datang berlibur ke rumahnya didapati bangun tidur malah nongkrong di depan tivi sambil memeluk guling dan berselimut tebal.
"lagi makan apa sayang?" perhatian sang kakek kepada cucunya sambil memegang ujung dengkul cucunya yang makan sambil metingkrang(kata orang jawa) bermaksud untuk menyuruh duduk dengan lebih sopan. Dengan cueknya si cucu meneruskan makannya dengan menjawab seadanya "ikan tongkol, sayur sop ama tempe kacang." sebenarnya jelas bukan maksud sang kakek protes karena ikan tongkol yang jadi makanan favorit sepanjang hidupnya itu dimakan oleh cucunya. Tapi itu semua demi ingin mendapat jawaban polos dari sang cucu
"Dek..direbusin air anget ya? udah maghrib, kalo pakai air dingin nanti kamu masuk angin" sambil menyiapkan panci yang biasa untuk merebus air, sang kakek menawarkan kepada cucunya. "nggak usah ah, aq gak mandi", sambil menaruh tas seasalnya di kasur dan ganti baju. "lho kringet qm bau lho, ntar pliket semua itu badannya". Bujukan itu diabaikan kembali dengan menghidupkan komputer.
"nak..kok belum pulang, ini sudah malam lho. Dijemput di sekolah apa di gang masjid?" telepon yang hampir setiap hari di dengar setiap sang cucu ada kegiatan di sekolah atau hanya sekedar bermain di temannya hingga malam hari. Dan hampir semua telepon itu dijawab dengan "aq naek MM(angkot) aja, trus ntar aq jalan kaki, ini lho masih jam 7". "tapi di gang masjid itu kan gelap nak, kamu pastinya ya capek jalan kaki,"
"dek..isi obat nyamuk elektrik di kamarmu habis ya? ini sudah tak belikan, tak hidupin sekarang ya, pakai selimut, nanti malem tambah dingin", sambil menyelimutkan selimut motif pokemon ke tubuh cucunya, tak mau cucunya terkena angin sedikitpun dan menutupkan pintu kamarnya.
Begitu tulusnya sang kakek, hingga ketulusan itu menjadi sebuah rutinitas di hari tuanya ini.
"ya'ong.. mau dibelikan apa? aq kan sekarang uda kerja, jadi bisa beliin ya'ong baju,sarung ato apalah",tanya si cucu dengan raut penuh asa dapat menghibur sang kakek. Si kakek hanya bisa menggelengkan kepala pertanda tidak perlu. Saat itu dia sedang terbaring lemah di rumah sakit. Dia yang dulu sangat mencintai lari,sebagai atlet PAVI cabang lari yang tak pernah absen mengikuti lomba marathon setiap ulang tahun kota. Kini, membelai rambut cucunya untuk membangunkan tidurpun tak sanggup dia lakukan kembali.
Kanker getah bening yang bersarang di tubuhnya telah membuat dia harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter.
"ya'ong..aq pgn lagi dibeliin telor asin,nangka yang di kereta sama bawain apel merah ya.."
Tapi keinginan sang cucu itu sudah tak mungkin, mengunjungi rumah keluarga anaknya bahkan menelpon cucunya tiap hari minggu siang. Dia telah tiada. Dia telah kembali ke pangkuan-Nya. Bukan karena dia lelah, bukan juga meresah. Tapi mungkin telah saatnya dia merasakan hangatnya kasih sayang sang Khalik.
Tuhan, terkirim sepucuk rindu sebesar kalbu dari sang cucu untuknya yang telah tiada. Sampaikanlah terima kasih yang tak terbendung ini pada kakekQ yang q sebut ya'ong.
Ya'ong..you're my inspired of a pure love.. :)
-lona-









.jpg)